Masih...Persiapan uji coba Helical Gear Primer-Sekunder

Kalau ulasan Sebelumnya tentang persiapan part-part untuk adopsi Helical gear, tapi sudah di lengkapi dengan Balancer yang beli jadi.
yahh....walaupun untuk penerapannya tetap butuh beberapa penyesuaian..

nah, kalau teman-teman yang di daerahnya susah untuk mendapat kan balancer yang udah jadi gimana ??

aku pernah coba ukur dan desain sendiri balancer, (dengan patokan ukuran Primary n secondary Drive gear F1ZR tentunya ) yang bisa di buat sendiri di tukang bubut.
kalau balancer DG sudah di lengkapi dengan roda gigi dalam, trus bikin sendiri di tukang bubut jadi mahal dong, kalau harus bikin sendiri juga roda gigi dalam nya.
mesin sloting kan lumayan mahal biaya operasional nya, jatuhnya blancer juga mahal pasti...
tenang, bisa kita aplikasikan part bawaan motor koq untuk balancer nya.
yaitu boss clutch housing nya
Part no 6 yang kita pakai untuk buat balancer hand made.
bisa di matikan dengan las (harus rapi pastinya ) atau di baut yang bisa ikat kedua part, baik body balancer, maupun boss nya..
terus, desin balancer nya seperti apa ?

kalau memang ada yang mau bikin sendiri, tolong di check lagi ya..
sapa tau ada ukuran yang kurang atau belum di cantumkan. 

Seperti ini kira-kira...
Draft balancer untuk helical gear self made
Material yang di pakai, ga perlu yang mahal-mahal banget lah..
cukup MS (Mild Steel ) atau besi biasa, bisa di pakai.
ga takut berkarat kah kalau besi biasa materialnya ?
tenang, balancer kan letaknya di bak kopling, yang pasti ter-rendam olie waktu terpasang di mesin kan ?
3D rear view self made balancer
terus, koq bentuk nya aneh... ga seperti balancer DG yang rata di kedua sisinya ?
iya... karena untuk mengejar torsi....
menurut nalar ku ( sebagai bakul sego kucing yaa )
torsi itu kan momen puntir, dimana semakin jauh beban dari pusat putaran, dan semakin berat juga beban nya, maka.. momen puntir dan gaya sentripetal yang di hasilkan nya pasti lebih besar.
dan ini menguntungkan untuk memuntir ratio gear yang berat.
seperti di gigi 3 atau gigi 4 mesin jupiter series..
front 3D view self made balancer
Jadi... lagi-lagi menurut nalarku sebagai bakul sego kucing :D
desain balancer seperti ini harusnya lebih menguntungkan untuk mesin-mesin yang butuh torsi besar di putaran atasnya. untuk harian ataupun keperluan touring keluar kota.

kalau salah mohon di koreksi yaa..
monggo kalau ada temen-temen yang pengen buat balancer sendiri ke tukang bubut, tapi sebelum di eksekusi, tolong di check lagi semua ukuran-ukurannya.
siapa ya kira-kira yang mau bikin
balancer sendiri ??


Persiapan uji coba Helical Gear Primer-Sekunder ( Lanjutan Mainan Baru )

Beberapa waktu lalu, sempat di kirim'in mas Lilik di solo Mainan baru seperti yang pernah ku tulis di sana..
tapi koq realisasinya lama banget ya..
iya bener, karena ada beberapa part yang harus di buat sendiri.
juga karena ada kegiatan di dunia nyata yang harus di selesaikan..
begitu juga dengan mood nulis yang angin-anginan seperti aku ini :sad:

okay, sekarang ke tahap preparation kelengkapan mainan baru nya ya...
ada beberapa part yang harus di hitung, supaya aplikasi primary n driven helical gear comp dari F1ZR ini bisa di pasang di mesin Jupiter.
antara lain: Balancer, collar dan dog tooth ring nya.

Pertama, yang ku siapkan Balancernya...
pakai barang jadi, beli dari outlet daytona-nagata dan balancer ini juga yang kupakai sebagai patokan part-part pendukung lainnya.
seperti ini penampakan balancer yang di pakai, tapi beratnya ku pilih 950gr.
(bukan yang di foto ini ya...)
contoh balancer DG mentah yang nanti di proses juga
ukur-ukur dan hitung dengan teliti agar nanti waktu di pasang ga sampai miss posisi primary dan secondary gearnya.
pertama yang harus kita buat adalah collar, sebagai bushing yang memposisikan center dari primary gear ke kruk as, dimana posisinya di mesin F1ZR kebalikan dari posisi primary gear mesin jupiter series.
Material yang di pakai SKD 11.
Ukuran collarnya seperti di gambar di bawah ini :
ukuran collar self made
Kemudian ukur dan hitung lagi dogtooth ring, sebagai pengunci / carrier primary drive gear ke balancer, material yang di pakai S45C cukup lah.
ukuran nya seperti gambar di bawah ini, beserta dengan perkiraan dengan gambar 3D'nya
dogtooth ring
 kalau gambar 2 dimensi di atas kurang jelas, bisa di bayangkan dengan gambar di bawah ini ya..
dogtooth ring 3D style
Oke...persiapan segitu dulu yaa...
karena proses di mesin bubut memang butuh waktu, dan ini perlu bantuan dari adek ku si "conan"
yang Karbunya pernah ku kilik itu..
sembari menunggu partnya di bikinkan si Conan..
santai dulu sejenak...
boleh juga sambil nemenin mba-mba cantik ini minum..
monggo pesen minum sendiri-sendiri yaa... :p
lama ya bikin collar nya ???

Pasang Kabel Jok NJZ di Jupiter Z


Berhubung banyak yang nanya'in langkah-langkah pemasangan Kunci kontak Xeon atau NJZ di motor Jupiter Z, sekaligus mengaktif kan fitur pembuka kunci jok nya.
kali ini kita bahas pemasangan kabel ekstensi kunci jok New Jupiter Z di Jupiter Z (burhan atau model sebelum nya )
biar kita-kita ga ngiri dengan pemilik motor-motor keluaran baru Yamaha, yang sudah di lengkapi dengan fitur pembuka jok dari main Switch.

trus, apa aja tuh yang di perlukan alat-alatnya.
  • Main Switch assy dari NJZ atau Xeon bisa kita pakai.
Main Switch assy
  • tutorial pemasang'an nya ada di link di atas...
  • kemudian kabel kunci jok New Jupiter Z, seperti gambar di bawah ini : 
kabel jok NJZ, harga sekitar Rp 47.000,-
  • Pisau Cutter.untuk rapikan hasil coakan.
  • Solder / bor tuner untuk coak cowling underbone nya.
  • Gergaji besi
  • plat besi / aluminium tebal 3mm, panjang 25mm lebar 10mm.
  • Baut M5 x 10mm 2pcs.
  • Obeng plus dan perkakas untuk buka cover body nya.
Setelah semua alat-alat tersedia, buka cover body motor nya dan lepas kan mekanis pengunci jok nya dari rangka.
part no 17 ini yang kita modif pergerakannya
  • bersihkan dan lumasi bagian part-part dan lengan pengunci dan pembuka jok.
    biar nanti bisa kita modifikasi pergerakan nya. dan lancar saat di gunakan.
  • ukur penempatan pengait di ujung kabel jok nya,dan buatkan slot untuk tempat sling kabelnya pada tuas pengungkit mekanis nya, gunakan gergaji, dan buat slot selebar 2mm pada tuasnya.
  • gergaji lagi dua (2) slot pada tuasnya, supaya plat nya bisa kita bengkok kan untuk mengunci pengait kabel jok nya.
  • kemudian, bor dengan ukuran 4mm, dan tap dengan ukuran 5mm pada tekukan di atas lubang anak kunci jok.
  • potongan plat besi atau aluminium tebal 3mm, dilubangi dengan bor 5mm pada salah satu ujungnya dan ujung lain nya di buatkan slot selebar 4mm, untuk menjepit ujung selongsong kabel jok nya.(berwarna kuning dan ada groove untuk tempat jepitannya )
  • pasang ujung kabel jok nya di slot yang kita buatkan pada tuas mekanis pembuka jok nya, kemudian jepit.... dengan membengkok kan plat di sekitarnya.
    (pasti lebih mudah karena sudah kita buatkan slot dengan gergaji tadi)
  • kemudian pasang, dan ikat plat tambahan 3mm nya, dengan baut 5mm pada lubang baut yang sudah kita buat tadi (di part no 17 pada gambar ) dan test pergerakan dan jarak main tuas pengunci jok nya.
  • setelah yakin pergerakan buka-tutup kunci jok nya aman dan lancar, tarik ujung kabel satunya, dan pasang ke rumah kunci kontak (main switch assy ) nya.
pasang ujung part no 22 ini ke rumah kunci kontaknya
dan ikat dengan baut M5 yang kita siapkan tadi.
  • setelah terpasang rapi pada rumah kunci kontak, tinggal di test proses buka-tutup kunci jok nya, sudah benar-benar lancar belum ?
    atur jarak main nya dengan memutar anak kunci, dan menyetel jarak main bebas kabelnya.
  • Okay...kalau semua lancar, tinggal menentukan tempat coakan di cover underbone nya.
    karena, kalau tidak di coak sedikit, pasti akan mejepit kabel jok nya, dan pergerakan mekanis pengunci joknya di pastikan terganggu.
  • coak rang rapi, agar covernya bisa terpasang sempurna nanti.
part no 33 ini yang kita coak, agar tidak menjepit kabel jok nya
Udah....tinggal pasang semua cover-cover body nya dan pasang semua baut-bautnya..
pastikan ga ada baut body yang ga terpasang yaa, biar ga getar dan menimbulkan suara-suar yang mengganggu konsentrasi kita di jalan nantinya.

Nahh, sudah ga ngiri lagi kan sama pemilik motor-motor baru kalau di SPBU mau ngisi bbm.
tinggal putar kunci kontak ke kiri, jok sudah terbuka.
dan pastinya lebih nyaman waktu parkir, karena kunci kontaknya sudah ada secure key shutter nya.

Okay...silahkan kalu mau ditambahi atau di komentari.
yang pasti... senang berbagi dengan bro dan sist semua..
waktunya nyantai lagi sekarang...

asik ya nemenin si cantik ini nyantai di pantai :D

Tips Pasang Mikuni TM24 dengan Box Filter : Kiriman mas Rheza

Beberapa waktu lalu, dapet kiriman foto dari mas Ganteng ini lewat aplikasi whatsapp.
dia juga merupakan salah satu personel boyband ..... halahh...salah...
sorry...my mistake.. -_-
maksudku, salah satu admin yang sering di jadikan tempat curhat tentang mesin di Group Jupiter di Facebook .

Tenyata...dia telah berhasil mencangkok kan Karburator Mikuni TM24 Sudco ke Jupiter Z CW lansiran 2006 nya...
mungkin dia terinspirasi dari Mario Bross yang ngacak-acak babyblue-ku
terus apanya yang aneh, unik dan bisa di contoh ?
Coba perhatikan penampakan posisi terpasang Karbu TM24 nya...
rapi jali kan ?  bisa terpasang kumplit dengan box filternya lagi.
jadi tetap aman di pakai harian, maupun berkendara menembus hujan - (berhubung sekarang kan musim ujan juga tuh ).
Dan yang pasti tanpa melubangi sayap bagian kiri, seperti babyblue...
Rapi jali kan ??
wuihhh...apa ga asik tuh ? performa dapet. keren dapet aman di pakai harian, dan yang pasti trik nya ini bisa di aplikasikan ke tunggangan kesayangan brother n sister semua.

Penampakan dari sudut lain
Trus, gimana cara nya biar teman-teman yang lain, yang pengen mengaplikasikan karburator berukuran lebih besar dari standar nya, bisa meniru teknik pemasangan seperti ini ?
okay, kita siapkan dulu alat-alatnya.
  1. Karburator aftermarket pengganti nya.
  2. intake manifold / leher angsa bawaan motor atau aftermarket yang sesuai.
  3. gergaji
  4. kikir /gerinda / pisau tuner.
  5. pisau cutter
  6. karet manifold mio. ( untuk sambungkan moncong karbu ke box filter ) lengkap dengan klem nya.
  7. Selang karet radiator ukuran di sesuaikan karbu yang akan di pasang.
  8. klem selang radiator ukuran 1.25-1.5" 2pcs
setelah semua part tersedia, langkah pertama yang kita lakukan adalah reshaping / membentuk ulang moncong intake manifold yang berhadapan dengan karburator.
Potong bagian flange (kupingan lubang bautnya )
seperti ini :
potong aja tuh kupingan lubang bautnya
kemudian haluskan sisa potongan nya, sesuaikan dengan diameter luar end pipe karburator yang akan kita pasang.
setelah diameter luar intake manifold rapi, langkah berikutnya menyesuaikan diameter dalam intake manifold sebesar diameter venturi karbu aftermarket kita.
tujuannya, agar campuran gas dan bahan bakar yang melewati venturi menuju ruang bakar tidak terhambat di bibir manifold nya ; rapikan berbentuk tirus / corong, supaya aliran campuran gas nya
terfokus menuju ruang bakar.
  • setelah bagian intake selesai kita modif.
  • selanjut nya kita persiapkan selang karet pengikat karbu dan intake manifold.
  • potong selang radiator diameter 1.25" yang sudah kita siapkan tadi. sepanjang 30-40mm.
  • kemudian pasang selang karet nya pada moncong manifol ( butuh tenaga ekstra, karena karet selang radiator agak keras, di perkuat dengan tenun'an benang nylon ) dan ikat dengan klem selang nya.
  • setelah karet intake terpasang, lanjutkan dengan memasang karburator di manifoldnya.
  • setelah karburator pengganti bisa di satukan dengan intake manifold nya, Coba pasang di head cylinder nya. ( tanpa terhubung dengan kabel gas yaa... biar gampang seting penempatannya. )
  • baru kita ukur panjang karet moncong karburator mio yang sudah kita siapkan tadi. ukur dan tempatkan sepresisi mungkin, agar bisa kita hubungkan dengan lubang port dari box filter.
  • setelah kita dapatkan ukuran yang pas, ikat karet nya ke box filter dengan insulator. bisa kita gunakan lem karet maupun sealant. yang penting air tidak bisa menerobos sambungan nya.
setelah semua terpasang dengan rapi, cek lagi klem-klep pengikat sambungan nya.
kalau ada yang masih kendor, kencangkan... supaya tidak ada kebocoran pada sambungan (terutama sambungan karburator dan intake manifol ) yang nantinya bikin masalah saat seting AFR dan stasioner.
pasang kabel gas nya ke skep karbu, rapikan...
coba nyalakan dan setting AFR dan stationer nya sampai dapat setingan maksimal karbu barunya...

gimana...ga susah kan ?
pasti bro n sist bisa aplikasikan sendiri di tunggangan kesayangan masing-masing..
meanwhile...
aku mau nemenin mba-mba ini main ayunan dulu yaa... :p :D
buruan di coba ya...
biar bisa nyusul main ayunan.... :D

Mainan Suprit Juragan Merpati (Supra X 125i 2007)

Dah lama juga ternyata ga cerita pengalaman bareng temen-temen yak....
Review lagi file-file di komputer jadul ku,
ternyata nemuin foto-foto pas lagi bongkar Honda Supra X 125i lansiran tahun 2007.
milik kawan si "Juragan Merpati Balap" yang tiba-tiba mengalami trouble waktu ngisi bbm.

Ceritanya gini :
sehabis pulang dari pasar, nganterin mamak belanja kebutuhan warung, belum ada Lima menit kami sampai, ngidupin komputer buat browsing sama efbe'an...
ada suara motor yang janggal banget....dan berhenti di depan rumah.
setelah aku keluar, karena penasaran.....motor siapa sih koq miris banget di dengernya.
ternyata si juragan merpati yang nongol.

Dia cerita, kalau motornya tiba-tiba aja berisik waktu ngantri bbm, di  tempat yang sama waktu babyblue ngalami kejadian ini.mana kawan ini butuh buru-buru untuk nganterin anak nya sekolah, sama berangkat kebengkel tempatnya kerja.
Berhubung di rumah waktu itu ada Z1 punya si "Conan" ya udah, ku pinjamkan aja dulu motor si conan.
Sambil dingin'in mesin supra X nya..

Setelah sekitar setengah jam, dan si juragan kelar nganterin sekolah anaknya.
mulailah kami bongkar motornya.
Pertama, copotin cover-cover bodynya. juga kabel-kabel lampu senja dan sein si supra yang ngikut di side cowlingnya.
baru kami bongkar Rangkaian Throtle body beserta kabel-kabel sensornya, biar bongkar bagian head dan blok cylinder nya gampang nanti.
Nih part-part head si suprit
Lalu bongkar bagian head'nya, untuk pengechek'an bagian mekanisnya, adakah yang rusak, aus atau hancur ?  karena suara mesinnya bikin miris banget waktu datang.

Syukurlah ternyata  kami ga temukan part-part yang rusak parah atau pun aus di bagian head mesin nya.
bersih banget ya mesin yang udah umur 7tahun
Lanjut lagi lepas blok Cylindernya, untuk inspeksi keadaan piston, ring dan stang pistonnya.
karena kami khawatir dari situ sumber suaranya.
ternyata...piston baik-baik aja koq, cuma ring olie nya memang dah agak lemah, dan tak mau mengembang sempurna lagi untuk membilas Olie yang di semprotkan pompa olie untuk melumasi dinding cylinder dan bagian bawah piston.
berarti ring piston set ini yang harus diremajakan.
lanjut inspeksi di blok cylindernya. ternyat blok cylinderpun masih OK, ga perlu untuk di utak-atik, kecuali di bersihkan dari kerak-kerak pada bagian deck clearance nya.
Blok cylinder overall OK
Ternyata...setelah kita inspeksi tensioner camchain (Penegang otomatis rantai keteng) nya..
part ini lah yang jadi biang keladi berisik nya mesin si supra.
pffftttt.............. nyesel dikit sih, kenapa ga dari tadi part ini yang di cek yakk :D
tapi ga masalah juga sih, bisa sekalian inspeksi part-part daleman mesin lain nya kan.
Ternyata tensioner ini biang keladinya
stang piston dan lainnya OK, tinggal bersihkan sisa gasketnya aja.
seperti ini tho ternyata Throtle body supra 125i
 Oke...Karena sumber masalah sudah di temukan, langkah selanjutnya ya cari part pengganti nya,trus di rangkai ulang, biar si suprit bisa di ajak gawe lagi.
sembari nunggu'in si juragan berburu part pengganti, aku bersihkan semua bagian head, dan pistonnya.
sapu bersih kerak karbon ini, biar seperti baru lagi :D
karena si pemilik rada lama berburu ring piston, tensioner, seal klep sama packing top setnya,
aku jadi iseng deh :D :D
ambil bor tuner, dan colek-colek dikit lubang portingnya.... hehehehe.
biar rada gampang campuran gas dan bbm nya ngacir ke dalam ruang bakar..
tapi ga maen ekstreem sih, sebatas cukur kulit jeruk di dinding lubang porting, dan perlebar sedikit area di bawah daun klepnya.
udah..gitu aja koq.
port in hasil tangan jahilku, tambah lebar 1mm :D
Port out juga ku isengin dikit aja :p
Cek piston, dan sapu bersih kerak-keraknya...
seperti ini aja
dah,ga usah bersih-bersih banget..takut di tawar orang nanti :p
di lanjut bersihkan sisa gasket yang masih nempel di crankcase.....
ternyata, gasket bawaan pabrikan ini rada bandel juga, butuh ketelatenan dan kesabaran untuk bersihkan semua sisa packing bawah blok ini.
lumayan, setengah jam baru bersih permukaan crankcase dari sisa gasketnya..
tuh gasket yang bandel, susah di gusur nya -_-
Setelah si juragan datang, dan bawa part-part aftermarket pengganti nya, langsung aja rakit lagi piston dan ringnya ke stang pistonnya, lanjut pasang blok cylindernya, rangkai part-part mekanis daleman head.
seterlah semua terpasang pada tempat nya, barulah head di kawinkan dengan blok cylindernya,
stel juga agar posisi top pada noken as snkron dengan posisi top kruk asnya.
setelah semua sinkron, baru pasang tensioner aftermarket nya, di susul rangkai lagi throtle body selang bahan bakar, serta kabel-kabel sensornya.

cek sekali lagi...adakah part-part yang terlewatkan waktu proses perakitannya (yang pastinya kebalikan proses bongkar ya.)
setelah kami yakin, ga ada yang terlewatkan, barulah test running mesin si suprit..
dan.... Thanks GOD.... motor ini bisa berkitir dengan halus lagi.

koq ga ada proses stel angin-angin nya ??
ya pasti lah.... kan motor ini sudah injeksi, biar ECU yang seting ulang.
kita seting stationernya aja.

Udah ?? kelar ???
iyaa.....soal rangkai cover-cover body nya, semua kan dah pada tau urutan pasangnya, kebalikan urutan bongkarnya aja...
sekarang, waktunya ngaso....
sambil liat'in mba-mba ini....biar adem :p :D
di cari'in...ternyata lagi maen Zombie vs Plant -_-

Teknologi Ducati Terbaru : DVT

Perangkat DVT : Desmodromic Variabel Timing
Pengumuman Ducati tentang DVT - Desmodromic Variable Timing

Seperti yang telah di tulis oleh JENSEN BEELER di "Asphalt & Rubber"
Akhirnya, Ducati memperkenalkan teknologi terbaru nya yaitu DVT ( Desmodromic Variabel Timing ). Teknologi yang di adaptasi dari Volkswagen.
Dan Ducati adalah Produsen motor pertama yang menerapkan timing buka tutup katup yang bervariasi, baik pada Noken as katup masuk dan Noken as katup buang.
ini lah roh dari teknologi DVT
terpasang pada mesin Ducati Testastretta DVT, dan telah di umumkan oleh pihak produsen, bahwa teknologi ini akan di tanamkan pertama kali pada type Ducati Multistrada versi 2015.
Mesin V-twin Ducati ini dapat berubah-ubah timing buka-tutup katup nya, baik pada saluran masuk atau pun buang secara independen. dan dapat bekerja pada seluruh rentang putaran mesin.

Ini berarti, Mesin Ducati testastretta DVT dapat di optimalkan untuk mencapai tenaga maksimalnya pada putaran tertinggi, sekaligus kemudahan pengendalian dan kehalusan penyaluran tenaga pada putaran rendah.
dan juga optimalisasi kemampuan mesin Ducati ini untuk menjaga tingkat emisi gas buang dan tingkat kebisingan nya pada tiap putaran. wuihh, ...... canggih tenan yakk.

Tak seperti generasi sebelum nya, yaitu mesin Ducati Testastretta 11°DS, testastretta DVT tidak di lengkapi dengan sudut overlap katup sebesar 11° ( yang merupakan besarnya sudut overlap mesin generasi sebelumnya ).
Setelan buka tutup katup terpasang pada tiap ujung Noken as. dan setelan otomatis ini menentukan besarnya sudut overlap noken as sesuai dengan kondisi berkendara, putaran mesin dan sensor bukaan gas nya.

Pihak Ducati juga menjelaskan, bahwa " sistem DVT ini terdiri dari Housing luar yang terpasang fix pada pulley Noken as, dan mekanisme internal yang terhubung pada Noken as dan mekanisme dapat bergerak independen di dalam housing bagian dalam."

"gerakan rotasi dari mekanisme bagian dalam ini, baik itu memajukan atau memundurkan waktu buka tutup katup. di kontrol secara presisi dengan mengatur besarnya tekanan oli di dalam ruangan khusus pada sistem mekanis internal nya. tekanan oli di atur oleh katup khusus, dan lamanya bukaan tiap-tiap noken as (secara dinamis ) diatur oleh sensor yang terdapat pada tutup keteng-nya."

Perubahan lainnya adalah, Ducati menempatkan nosel injektor bahan bakarnya tepat di belakang katup masuk (yang pastinya bersuhu sangat panas waktu bekerja ), dan bukan di bagian dinding saluran masuk bahan bakar (yang suhunya lebih dingin).

Semua perubahan yang di lakukan para insinyur Ducati ini, membuat mesin DVT 1.198cc V-twin mampu menyemburkan tenaga maksimal sebesar 160Hp dan Torsi sebesar 100 Lbs.ft.
dan perubahan ini mampu mengurangi konsumsi bahan bakar nya sebesar 8%.

Bagi siapapun yang telah melihat model mesin bukaan dari Volkswagen atau Audi yang di lengkapi dengan teknologi VVT, pasti bisa melihat Kemiripan teknologi yang di tanamkan pada Mesin Ducati DVT ini.
Nampaknya, inilah keuntungan yang mulai terbayar dan menampakkan hasil. saat Produsen Mobil asal Jerman, juga sekaligus menjadi pemilik baru Ducati.

biar lebih jelas lagi, bisa di perhatikan dari foto-foto mesin Ducati testastretta ini.




Kalau masih kurang foto-foto tentang DVT'nya silahkan buka link sumber nya di atas yaa...
kalau udah liat ke sumbernya, tapi masih bingung juga cara kerja DVT nya Ducati ini..
ya udah, tinggalin dulu aja, temenin mba-mba cantik ini olah raga dulu deh, biar fresh lagi :p :D

pusing ??? ikut olah raga dulu nyokkk :D


Bermain dengan Sistem Pengereman : Kaliper Bagian 3

Masih dari sumber yang sama "Di Sini"

wadhuhhh...koq jadi panjang banget ya ulasan nya..
Mulai dari Asal-usul dipakainya , terus Konstruksi dan bahan pembuatnya ....
ternyata masih ada lagi ternyata tentang penempatan dan jenisnya
ya udah biar cepet, lanjut lagi dahh....

Penempatan Kaliper.

perbedaan penempatan kaliper standar dan radial
kebanyakan motor-motor sport saat ini menggunakan kaliper radial. dimana baut pengikatnya searah radius dari sumbu roda, dan sejajar dengan jari-jari rodanya.
metode ini merupakan pengembangan dari kaliper tradisional, dimana baut pengikat kaliper sebelumnya di tempatkan sejajar dengan sumbu roda, dan kaliper radial ini memiliki beberapa keunggulan. dimana Kaliper yang di ikat pada kedua ujungnya membuatnya lebih kaku dan lebih pakem saat pengereman. sistem radial ini juga lebih bagus menurut hitungan teknis.
penempatan kaliper konvensional, menempatkan baut pengikat kaliper pada posisi geser, dimana beban geser lebih banyak di terima baut pengikat kalipernya, di bandingkan bila menggunakan kaliper radial. pada kaliper radial, baut-baut pengikatnya hanya menerima beban tarik, yang artinya gaya dan beban yang di terima oleh baut pengikat kaliper lebih ringan.

Jenis-Jenis kaliper Rem

kaliper rem hidraulik bisa berisi satu sampai enam piston (bahkan lebih)
tugas piston-piston ini seperti telah di bahas sebelumnya yaitu menekan kampas rem pada piringan, yang menyebabkan gesekan - dan memperlambat laju motor.
ada dua jenis kaliper yang di kenal, yaitu aksi tunggal dan aksi ganda (single n double acting caliper)

jenis aksi tunggal, biasanya menggunakan satu atau dua piston yang yang bekerja pada salah satu sisi piringan. jenis ini menggunakan dudukan kaliper yang bisa bergeser, agar kampas rem nya bisa menjepit piringan saat piston di tekan.
kaliper 2 piston model geser , sering di jumpai di motor kecil dan medium
sering kita lihat juga penerapannya
pada motor-motor produksi di negeri kita ini
jenis aksi tunggal ini mempunyai keunggulan desain yang simple dan murah biaya produksi dan perawatannya.

jenis aksi ganda, sering di gunakan untuk motor-motor berperforma tinggi, biasanya menggunakan dua piston pada tiap sisi piringan (totalnya ada empat piston). dan body kaliper di ikat kuat pada garpu depan. tidak bisa bergerak keluar ataupun ke dalam pada saat pengereman.
jadi pada jenis ini satu-satunya part yang bisa bergerak adalah piston kaliper nya, yang bergerak maju bersama-sama menekan kampas pada piringan, sistem ini menghasilkan daya pengereman yang sangat kuat.
membuat sistem ini sangat cocok di gunakan untuk keperluan balap, dan motor-motor ber-performa tinggi.
kaliper aksi ganda 6 piston
di pakai di superbike yang tenaganya seperti monster
oke deh....segitu dulu...
moga-moga ga bikin bosen ya pembahasan kali ini...
Silahkan kalau mau di komentari atau di tambahi bahan referensinya..
jalan-jalan dulu aja deh sama mba Miranda kerr ini
biar fresh lagi :D :D


Pengikut